Latest Post

Tampilkan postingan dengan label HUT LANTAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUT LANTAS. Tampilkan semua postingan

Pengendara Tertib Lalulintas Diberi Motor

Written By Satlantas Polres Jember on Senin, 26 September 2016 | 12.09

JEMBER – Beberapa balon diikat jadi satu. Warnanya putih dan biru. Di ujung tali, tertulis HUT Lalulintas 61 tahun. Semua orang disekitarnya bergembira.

Paling gembira, Kasatlantas Polres Jember AKP Nopta Histaris Suzan. Pria berbadan tinggi yang mengenakan baju putih itu, ditemani Kabid Lalulintas Dishub Jember Gatot Triyono. Selain dia, banyak tokoh lainnya yang ikut hadir di Alun-alun Jember, Minggu (25/9/2016).

Di hari peringatan lalulintas, Satlantas Polres Jember memberi surprise. Sebab mereka memberi hadiah dua motor bagi pengendara yang tertib. Modelnya tetap diundi. Jumlahnya ada seribuan.

Menurut Nopta, petugasnya sejak Nopember tahun 2015 lalu, telah membagi kupon undian bagi pengendara yang tertib. “Kami bagi di beberapa titik,” akunya.

Pemberian motor bagi pengendara yang tertib tersebut, bagian dari apresiasi Satlantas Polres Jember. Supaya masyarakat terus bersemangat sadar berlalulintas dengan tertib.

Gatot Triyono, memuji mitra kerjanya tersebut. Dia optimistis masyarakat Jember semakin sadar tertib berlalulintas. “Jember bakal maju bersama,” tuturnya.

Perlu diketahui, selain membagi hadiah dari kupon undian, mereka juga menggelar senam bareng. Selain itu juga ada hiburan yang menghadirkan penyanyi asal Banyuwangi, Mahesa.

(Samsul : IndikatorOnline)

sumber : IndikatorOnline

POLICE GO TO PONPES AL-QODIRI

PATRANG – Dalam mengisi Hari Ulang Tahun Satuan Lalu Lintas Polres Jember yang ke – 61 tahun,yakni dengan mengadakan acara sosialisasi yang bertempat di Mushollah Pondok Pesantren Al – Qodiri Gebang – Kabupaten Jember,Selasa (20/09).

Acara sosialisi tersebut di ikuti Puluhan Santriwan dan Santriwati Ponpes Al-qodiri bekerjasama dengan Mahasiswa Universitas Jember.

Pantauan Wartawan PortalJember.com dalam sosialisasinya Satlantas Polres Jember Memberikan pertanyaan seputar rambu – rambu lalu lintas,bagi yang bisa menjawab mendapatkan hadiah Helm dan beberapa Doorprise dengan tujuan terpacu motivasi untuk tertib lalu lintas.

Menurut Biro Kepesantrenan Al – Qodiri Ach.Baihaqi S.Pd.I mengatakan sangat merespon baik adanya acara semacam ini karena ini merupakan bekal untuk menjaga keselamatan bersama.

“Saya sangat berterima kasih dan sangat merespon dengan baik acara ini,karena ini merupakan modal,bekal bagi anak-anak kita yang notabenenya anak,agar bisa menjaga keselamatan bersama di jalan raya”tuturnya.

Dikatakannya mudah-mudahan kedepan hubungan Al-qodiri dan Polres Jember lebih baik,lebih meningkat dan saya harapkan binaan-binaan kepada anak-anak didik terkait lalu lintas agar di tingkatkan untuk hari-hari akan datang.

“Untuk yang dapat Doorprise dan hadiah dari Satlantas Polres Jember kita jadikan Duta agar memberitahukan kepada teman – temannya”harapnya.

Sementara menurut Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember Aiptu Wawan Aprilia mengatakan Sementara untuk HUT satlantas kita fokuskan di Ponpes Al-qodiri dan berikutnya kita data yang akan di tuju.

“Saat ini hanya HUT Satlantas sosialisasinya,namun untuk biasanya kita rutin melaksanakan,bukan hanya pada saat HUT saja”paparnya.

Ditambahkannya sosialisasi ini kami maksudkan untuk memberitahukan kepada mereka bagaimana berlalu lintas yang benar,bagaimana mendapatkan proses SIM yang benar dengan tahapannya.

“Jadi sejak dini kita adakan,agar mereka bersiap-siap jika mereka memenuhi persyaratannya dengan umur minimal 17 tahun untuk pembuatan SIMnya”imbuhnya.

sumber : portal jember

SATLANTAS POLRES JEMBER MELAYANI PENGURUSAN SIM BARU BAGI DIFABEL

HUMAS POLRES JEMBER – Suasana berbeda tampak terlihat di Lapangan Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Jember beberapa hari lalu.


Pagi itu, Selasa, 20 September 2016, beberapa personil Satlantas Polres Jember khususnya dari SATPAS SIM hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi sekaligus membuka pelayanan SIM baru.

Berbeda dari pengurusan SIM pada umumnya, kali ini, setidaknya terdapat 5 peserta penyandang cacat (difabel) di antara 20 warga normal lainnya yang mengajukan pengajuan SIM baru.

Semua peserta melaksanakan pengajuan SIM baru sesuai dengan prosedur, termasuk 5 peserta difabel yang tetap  dipandu mengikutinya syarat praktek maupun teori.


Sayangnya, dari 5 peserta difabel yang mengikuti pengajuan SIM baru hanya 2 yang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh SIM D sesuai dengan peruntukkannya.
Kasatlantas AKP Nopta Histaris, SIK melalui Kanitlaka Iptu Adam, SH menjelaskan, sosialisasi pelayanan SIM baru ini selain rutinitas yang sudah terjadwal, juga dalam rangka kegiatan HUT Polantas Ke 61. Di mana Satlantas Polres Jember berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk bagi para difabel.


Sementara, khusus pelayanan SIM baru bagi penyandang cacat (difabel) memang dari perspektif tata aturan perundang-undangan yang berlaku, keabsahan kepemikilan Surat Izin Mengemudi (SIM) tentulah masih menimbulkan perdebatan dan polemik. Mengingat Pasal 81 Ayat 3 huruf a UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, menyebutkan syarat bahwa untuk mendapatkan surat izin mengemudi, warga harus sehat jasmani dan rohani. Padahal, stigma yang disematkan kepada para difabel, bahwa difabel tidak sehat secara jasmani. Dari sinilah, para difabel sering sekali diliputi kegelisahan karena sulitnya mencari surat izin mengemudi, sehingga sering pula mereka menyuarakan kesetaraan hak dalam memiliki SIM. Karena itu Satlantas Polres Jember Jember terpanggil untuk memberikan SIM bagi difabel.
Namun demikian, Satlantas Polres Jember tidak bermaksud menerobos aturan atau pun berusaha abai terhadap polemik dan perdebatan yang ada. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember melalui Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) hanya berusaha untuk memberikan pelayanan SIM bagi para difabel, dengan tetap memperhatikan syarat ataupun aturan ujian teori maupun praktek yang ada.


Ini semata-mata karena sentuhan jiwa yang terpanggil karena prinsip persamaan hak tanpa dikrimasi dan tanggung jawab Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat sebagimana sudah diatur dalam UU LLAJ dan Peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (SIM) termasuk bagi penyandang cacat (difabel).//

Satlantas Polres Jember Beri Layanan Pengurusan SIM bagi Difabel


JEMBER (halopolisi.com) – Suasana berbeda tampak terlihat di lapangan Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Beberapa personil Satlantas Polres Jember, khususnya dari SATPAS SIM hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi sekaligus membuka pelayanan SIM baru.

Berbeda dari pengurusan SIM pada umumnya, kali ini setidaknya terdapat 5 peserta penyandang cacat (difabel) di antara 20 warga normal lainnya yang mengajukan pengajuan SIM baru.

Semua peserta melaksanakan pengajuan SIM baru sesuai dengan prosedur, termasuk 5 peserta difabel yang tetap dipandu mengikutinya syarat praktek maupun teori.

Sayangnya, dari 5 peserta difabel yang mengikuti pengajuan SIM baru hanya 2 yang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh SIM D sesuai dengan peruntukkannya.

Kasatlantas Polres Jember, AKP Nopta Histaris, SIK melalui Kanitlaka Iptu Adam, SH menjelaskan, sosialisasi pelayanan SIM baru ini selain rutinitas yang sudah terjadwal juga dalam rangka kegiatan HUT Polantas Ke 61. Di mana Satlantas Polres Jember berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk bagi para difabel.

Sementara, khusus pelayanan SIM baru bagi penyandang cacat (difabel) memang dari perspektif tata aturan perundang-undangan yang berlaku, keabsahan kepemikilan Surat Izin Mengemudi (SIM) tentulah masih menimbulkan perdebatan dan polemik. Mengingat Pasal 81 Ayat 3 huruf a UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, menyebutkan syarat bahwa untuk mendapatkan surat izin mengemudi, warga harus sehat jasmani dan rohani. Padahal, stigma yang disematkan kepada para difabel, bahwa difabel tidak sehat secara jasmani. Dari sinilah, para difabel sering sekali diliputi kegelisahan karena sulitnya mencari surat izin mengemudi, sehingga sering pula mereka menyuarakan kesetaraan hak dalam memiliki SIM. Karena itu Satlantas Polres Jember Jember terpanggil untuk memberikan SIM bagi difabel.

Namun demikian, Satlantas Polres Jember tidak bermaksud menerobos aturan atau pun berusaha abai terhadap polemik dan perdebatan yang ada. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember melalui Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) hanya berusaha untuk memberikan pelayanan SIM bagi para difabel, dengan tetap memperhatikan syarat ataupun aturan ujian teori maupun praktek yang ada.

Ini semata-mata karena sentuhan jiwa yang terpanggil karena prinsip persamaan hak tanpa dikrimasi dan tanggung jawab Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat sebagimana sudah diatur dalam UU LLAJ dan Peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (SIM) termasuk bagi penyandang cacat (difabel).(hp jember/ziz)


FOTO: Satlantas Polres Jember saat memberi layanan pada difabel.(hp jember/ziz)

sumber : halo polisi

Difabel Juga Harus Miliki SIM

Written By Satlantas Polres Jember on Selasa, 20 September 2016 | 15.17


Jember - Motor roda tiga bermodifikasi, masyarakat berkebutuhan khusus atau difabel menggunakannya untuk berkendara sehari-hari. Meski demikian, tidak ada perlakuan khusus antara kaum difabel (penyandang cacat) dengan yang lain (normal) saat berkendara dijalan, difabel juga harus memiliki Surat Ijin Mengemudi ( SIM ). 

" Tetap mereka (difabel) harus mematuhi peraturan lalu lintas, membawa surat-surat kendaraan dan SIM, kalau tidak tetap ditilang " Ucap Kasat Lantas Polres Jember,  AKP Nopta Histaris saat ditemui di kantornya, selasa (20/09). 

SIM D, harus dimiliki kaum difabel untuk kelengkapan berkendara. Dalam rangka HUT Polantas, Sat Lantas Polres Jember membuka pelayanan dengan memberikan SIM D (khusus) bagi penyandang difabel, untuk kelengkapan berkendara. Ujian mendapatkan SIM bagi kaum difabel mekanismenya sama dengan pengendara yang lain, hanya kendaraan saat ujian praktek saja yang berbeda,  " Mereka dengan keterbatasan itu, tetap mengikuti ujian praktek memakai kendaraan yang sudah di modifikasi. Setelah melewati kriteria dan persyaratan, kita uji kita berikan SIM-nya ". Jelas AKP Nopta. 

Mengenai aturan atau legalitas memakai kendaraan modifikasi, Kasat Lantas mengatakan kendaraan modifikasi diperbolehkan, " Legal tetap, perubahan bentuk kendaraan kan disesuaikan kebutuhan. Namun itu kita cek apakah kendaraan sudah layak jalan, seperti penambahan roda menjadi tiga, dan penambahan alat bantu untuk menaiki sepeda " Ujar AKP Nopta.

sumber : penanusantara

Ultah, Satlantas Polres Jember gelar Lomba untuk Pengemudi

Jember,Sorot – HUT Satuan Polisi Lalu Lintas yang diperingati setiap tanggal 22 September, berbagai lomba dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jember, tidak hanya untuk kalangan Internal, tapi juga untuk masyarakat umum, tidak hanya itu beberapa kegiatan sosial juga mengiringi rangkaian Hut Satlantas yang ke 61, diantaranya kegiatan sosial dengan memberikan santunan dan bantuan kepada korban kecelakaan.
Iptu Suyitno bersama dengan anggota Satlantas Polres Jember dan kepala UPT Terminal Tawang alun saat menggelar penilaian pengemudi terbaik


“Pada HUT Satlantas kali ini, kami tidak hanya mengadakan lomba di kalangan internal saja, tapi juga lomba dan kegiatan sosial untuk masyarakat umum seperti memberikan hadiah kepada pengemudi terbaik dalam memberikan layanan kepada penumpang serta aksi kemanusiaan dengan memberikan santunan anak yatim piatu dan bantuan kepada korban kecelakaan,” ujar Kasatlantas Polres Jember AKP. Nopta Histaris Suzan melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Jember Iptu Suyitno, SH.

Dalam lomba pengemudi terbaik dalam memberikan pelayanan kepada penumpang, pihak Satlantas Polres Jember menggandeng UPT Terminal Tawangalun Dinas Perhubungan Jember, dipilihnya terminal yang tidak lama lagi akan diambil alih pemerintah pusat ini, dikarenakan faktor lokasi yang luas dan layak untuk dijadikan tempat lomba pengemudi.

“Acara lomba mengambil lokasi di dalam terminal Tawang Alun karana di dalam suasananya mendukung, disamping nyaman dan juga luas” ujar Iptu Suyitno didampingi kepala UPT Terminal Tawang Alun Samson.

Lomba ini sendiri tidak hanya di dominasi oleh kendaraan besar dan roda empat saja, akan tetapi juga diikuti oleh kendaraan roda 2, “Syarat untuki ikut lomba ini harus memiliki SIM, kendaraan layak jalan dan penumpang merasa aman sampai di tujuan,” tambah Iptu Suyitno.

Sementara Puncak dari kegiatan ini sendiri nanti pemenangnya akan di umumkan di alun-alun kota Jember pada Minggu 25 September 2016, “Pemenangnya nanti akan diumumkan di alun-alun kota Jember pada hari Minggu termasuk lomba tertib lalu lintas yang digelar sejak beberapa bulan lalu,” pungkas Iptu Suyitno.

Sebelumnya beberapa lomba dikalangan internal Satlantas Polres Jember sendiri sudah dilakukan di halaman Satlantas diantaranya lomba bela diri, dan lomba untuk Bhayangkari (istri anggota polri,red) memasang atribut baju dinas Polri. (andik)

sumber : sorotjember

Polantas Beri Bantuan Keluarga Korban Kecelakaan


Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember, menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Kali ini, Unit Laka Lantas melakukan anjangsana sekaligus memberikan bantuan sembako kepada keluarga korban meninggal akibat kecelakaan maupun yang mengalami cacat akibat kecelakaan, Sabtu (17/9) siang.

Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Adam SH (tengah) bersama anggotanya saat mendatangi keluarga korban laka lantas.
“Selain bentuk kepedulian kita kepada keluarga korban kecelakaan, ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT Polantas yang ke 61 yang jatuh pada tanggal 22 September 2016,” kata Kasat Lantas Polres Jember AKP Nopta Histaris Suzan SIK, melalui Kanit Laka Lantas Ipda Adam SH, Minggu (18/9) sore. Adam yang memimpin langsung kegiatan anjangsana, itu pertama kali mendatangi rumah almarhum Brotono (71) warga Jl. Semangka RT 01 RW 04, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Brotono meninggal dunia akibat kecelakaan pada bulan februari 2016  lalu di kawasan Jember.

Kedatangan Adam yang didampin- gi anggotanya, disambut bu Murti (55) dan anaknya. Keluarga ini sempat bingung saat didatangi petugas. Namun setelah petugas mengutarakan niat kedatangannya itu, mereka mendadak terharu. “Saya benar-benar tidak menyangka kalau bapak ini masih ingat dengan keluarga saya. Padahal, bapak (Brotono, red) sudah tiada beberapa minggu lalu,” kata bu Murti sambil berurai air mata. Dia menceritakan, bahwa semasa hidup Brotono adalah tulang punggung keluarga. Praktis, setelah Brotono tiada, keluarga ini kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya terpaksa kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata bu Murti kepada petugas.

Setelah petugas menyerahkan bantuan sembako, tangis bu Murti kembali pecah. “Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kebaikan bapak yang memberikan bantuan ini. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Semoga kebaikan bapak dibalas oleh Allah,” kata bu Murti sambil menjabat erat tangan Adam yang menyerahkan bantuan tersebut. Berikutnya, Adam bersama anggotanya mendatangi rumah Beni Riyanto (19) warga Jalan Semeru Lingkungan Krajan Timur, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Beni adalah korban kecelakaan di kawasan Jember dan mengakibatkan salah satu kakinya diamputasi. Senada dengan keluarga Brotono, Beni juga mengaku tidak menyangka jika pihak kepolisian masih memberikan perhatian.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak polisi yang sudah memberikan bantuan sembako ini. Bantuan ini jelas sangat bermanfaat sekali bagi saya dan keluarga,” kata Beni dengan mata berkaca-kaca. Diapun sempat berpesan kepada masyarakat khususnya pengendara, untuk selalu berhati-hati saat berkendara. “Patuhi selalu aturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan. Jangan sampai peristiwa yang menimpa saya, juga terjadi kepada masyarakat lainnya,” pesan Beni. Usai mendatangi rumah Beni, Adam bersama anggotanya melanjutkan kunjungan kepada korban kecelakaan lainnya.

Fokus utama kegiatan ini adalah mereka yang korbannya merupakan tulang punggung keluarga. “Jadi kita tidak hanya fokus pada penanganan kecelakaannya saja, namun kita juga ingin menunjukkan kepedulian kepada keluarga korban yang menjadi tulang punggung keluarga. Pastinya, kondisi ekonomi keluarga mengalami penurunan jika kepala keluarganya menjadi korban kecelakaan dan tidak bisa bekerja. Karena itu, kita melakukan anjangsana sekaligus memberikan bantuan sembako,” kata Adam. Dia menambahkan, bahwa kegiatan ini tidak semata berhenti karena memperingati HUT Polantas saja. “Namun kita akan mengupayakan kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin, sehingga hubungan antara polisi dengan masyarakat diharapkan kian terjalin erat,” pungkas Adam, mantan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember.(sp)

sumber : memotimur

Polisi Satlantas Jember Adu Beladiri


JEMBER – Mengenakan seragam karateka. Putih, tak beralas kaki. Meski demikian, para anggota Polisi Satuan Lalulintas Polres Jember, itu serius mengikuti perlombaan beladiri. Terlebih, kegiatan itu untuk peringatan HUT Lalulintas yang ke-61.

Kasatlantas Polres Jember AKP Nopta Histaris Susan, sengaja menggelar perlombaan itu untuk memperkuat kebersamaan di internal kesatuannya. “Kita mengadakan lomba beladiri ini untuk melihat kemampuan para anggota,” tuturnya.

Bagi Nopta, beladiri itu penting untuk para petugas yang ada di lapangan. Terlebih dalam menjalankan tugas setiap harinya. “Petugas di lapangan memiliki resiko tinggi. Apalagi jika menghadapi penjahat. Karenanya, beladiri sangat diperlukan anggota Polri,” tuturnya.

Nopta berharap supaya semua personil lalulintas tetap kompak dan solid juga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sehingga, kepercayaan publik pada polisi tetap terjaga.

sumber : IndikatorOnline

Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2016, Dari Jember untuk Jawa Timur.

Written By Unknown on Jumat, 09 September 2016 | 10.54

Setelah melalui berbagai proses, pasangan pertama perwakilan Polres Jember Annisa Zahra Rifany akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2016 kategori putri dan Axel Giovanni Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2016 berada di peringkat Ke-3 kategori putra.

Sedangkan untuk pasangan kedua perwakilan Polres Jember Firdan Maulana dan Firda Rahmi Rosida berada di posisi ke-8 dan ke-10 Duta lalu lintas Polda Jatim 2016.

Pemilihan Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2016 yang digelar di Taman Candra Wilwatikta Jl. Dr Soetomo Sumber Gedang Pandaan Pasuruan Jatim. Sedangkan untuk Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2016 kategori Putra dinobatkan kepada Teguh Puji Lestari perwakilan dari Polres Gresik .

Acara pemilihan Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2016 diikuti oleh 100 orang perwakilan dari 39 Polres, Polresta, dan Polrestabes se-Jawa Timur.  Masing-masing Polres mengirimkan seorang peserta perempuan dan satu peserta pria, kecuali Polres Malang, Polres  Malang Kota, Polres Sidoarjo, Polres Gresik, Polres Jember, Polres Banyuwangi, Polres Tuban, Polres Bojonegoro, Polres Pasuruan, Polres Kediri dan Polres Lamongan mengirimkan 2 Pasang calon Duta.

Acara ini digelar sejak Selasa kemarin. Dimulai dengan registrasi, perkenalan dan tekhnikal meting. Kemudian, pada hari kedua acaranya adalah pembukaan acara duta lalu lintas 2016. Dan di hari Ketiga, Kamis (8/9/2016) masuk ke acara pemilihan sekaligus penutupan acara Duta Lalu Lintas 2016 Polda Jatim.

Pada hari penentuan para peserta dinilai mulai dari kemampuan bahasa, presentasi/program, wawasan, penampilan, karakter & sosiometri dan tes tulis. Para peserta bergantian memaparkan visi-misi di depan para peserta lain dan dewan juri yang terdiri dari Perwakilan Dinas Perhubungan, Akademisi, Media, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim.

Berdasarkan hasil akhir penilaian para peserta, dewan juri menentukan yang terbaik diantara mereka. Diambil juara 1, 2, 3 dan juara harapan. Pemenang dalam pemilihan ini akan menjadi Duta Lalu Lintas Jawa Timur.

Selamat bagi perwakilan Polres Jember Annisa Zahra Rifany dan Axel Giovanni menjadi Duta Lalu Lintas Polda Jatim 2016

 
Copyright © 2015. Satlantas Polres Jember - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template